RADIOAZAMFM.ID – Nama Nyimas Novi Ujiani mendominasi dalam usulan yang disampaikan Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se Kabupaten Karimun, saat Musyawarah Cabang (Muscab) berlangsung pada 12 April 2026 kemarin di Hotel Aston Karimun.
Hal itu sebagaimana disampaikan oleh mayoritas Ketua PAC dari seluruh Kecamatan se Kabupaten Karimun, yang kembali menginginkan agar Nyimas Novi Ujiani memimpin PKB Kabupaten Karimun, untuk periode selanjutnya.
“Kami merasa Ibu Nyimas Novi Ujiani masih layak untuk memimpin PKB Kabupaten Karimun, untuk periode ke depan. Perjuangannya membesarkan PKB ini tidak diragukan lagi,” kata Ketua PAC PKB Kecamatan Meral, Syawal.
Ditambahkan Syawal, hal yang paling membekas dan menjadi alasan lain memilih Nyimas Novi Ujiani untuk kembali memimpin PKB Kabupaten Karimun adalah, perhatian kepada para PAC dan di arus bawah, dinilai cukup baik.
Hal itu juga disampaikan oleh beberapa Ketua PAC PKB usai Muscab dilaksanakan. Namun, mereka menghormati sistem yang sudah disusun oleh DPP PKB, untuk memilih karakter sesuai dengan kompetensi dan kepribadian PKB itu sendiri.
Di dalam Muscab, selain penyampaian LPJ, ada agenda paling ditunggu, munculnya nama-nama calon Ketua DPC PKB Kabupaten Karimun. Apa lagi tahun ini perubahan mekanisme pemilihan nakhoda partai di tubuh PKB, secara resmi meninggalkan sistem pemungutan suara atau voting, dan beralih sepenuhnya ke prinsip musyawarah melalui jenjang uji kelayakan yang ketat.
Secara terpisah, Ketua DPC PKB Kabupaten Karimun demisioner, Nyimas Novi Ujiani, menegaskan bahwa dirinya siap untuk ditugaskan oleh DPP PKB, jika memang itu ketentuannya.
“Muscab ini ajang kita memberikan pembuktian kinerja dalam bentuk laporan yang sudah kita lakukan, dan apa yang akan kita lakukan. Bagi saya, seluruh kader PKB di Kabupaten Karimun ini siap membesarkan PKB,” ujar Nyimas Novi.
Begitupun kata dia, jika muncul nama-nama lain selain dirinya dan diantara mereka dipilih untuk meneruskan perjuangannya, Nyimas Novi mengaku siap untuk memberikan dukungan.
”Kita ini bukan kader yang hanya menjadi “tamu lima tahunan” yang muncul saat butuh suara saja. Tapi kita adalah kader yang sudah dan siap memberikan bukti kerja terbaik kita di lapangan secara konsisten,” tegasnya.
Karena menurut Nyimas Novi, pelayanan adalah jati diri PKB, sehingga kehadiran kader harus menjadi gerakan yang terus hidup dan manfaatnya dirasakan langsung oleh konstituen secara berkelanjutan.
Adapun proses seleksi pimpinan DPC PKB kali ini, dilakukan melalui dua tahapan utama, diantaranya tahap pertama tes kompetensi, untuk mengukur kapabilitas manajerial dan visi politik, dan tahap kedua wawancara serta penandatanganan kontrak komitmen kerja, guna memastikan loyalitas dan integritas dalam membesarkan partai.
Sistem ini diterapkan guna menjamin bahwa struktur kepemimpinan di tingkat daerah, memiliki kualitas tinggi dan bebas dari friksi internal, yang kerap muncul akibat sistem voting konvensional.(agn)
